Penyebab, Dampak Efek Rumah Kaca
Secara alami cahaya matahari (radiasi gelombang pendek) yang masuk ke bumi dan menyentuh permukaan bumi akan berubah menjadi panas dan menghangatkan bumi. Cahaya matahari yang masuk juga sebagian akan dipantulkan ke luar angkasa oleh permukaan bumi sebagai radiasi infra merah gelombang panjang. Sebagian panas juga akan diserap oleh gas. Gas yang menyerap tersebut dinamakan gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida (CO2) dan metana). Penyerapan tersebut mengakibatkan panas terperangkap di atmosfer bumi. Peristiwa tersebut dinamakan efek rumah kaca (Green House Effect (GHE)). Peristiwa efek rumah kaca akan mengakibatkan bumi menghangat (Pratama, 2019).
Efek rumah kaca merupakan fenomena naiknya gas karbondioksida (CO2) dan gas gas lainnya di atmosfer bumi. Efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh naiknya beberapa konsentrasi gas Dinitrogenoksida (N2O) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan klorofluorokarbon (CFC). Kenaikan konsentrasi gas tersebut disebabkan oleh pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya. (Martono, 2015).
Aktivitas manusia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya efek rumah kaca, pada 2 abad terakhir terjadi peningkatan penggunaan energi dari bahan bakar minyak dalam kegiatan industri, transportasi, pembukaan lahan. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan konsentrasi gas gas rumah kaca di atmosfer dengan cepat. Pada awal revolusi industri (1750) konsentrasi gas Co2 hanya 280 ppm tetapi pada tahun 2006 konsentrasi nya meningkat menjadi 318 ppm (Martono, 2015). Efek rumah kaca dapat menyebabkan pemanasan global (Global Warming) yang berlebihan, dimana hal tersebut akan meingkatkan suhu di bumi yang ditandai dengan mencairnya es di kutub, kerusakan ekosistem, naiknya permukaan air laut dan perubahan iklim yang ekstrim.
Penyebab Kenaikan Gas Rumah Kaca
1. Energi seperti pemanfaatan bahan bakar fosil atau BBM berkontribusi besar terhadap kenaikan gas CO2
2. Penggundulan huta, hutan merupakan salah satu penyerap emisi gas rumah kaca, karena dapat mengubah CO2 menjadi O2. Jika hutan menggalami penggundulan maka gas CO2 akan bertambah banyak.
3. Sektor Pertenakan dan Pertanian. Pada sektro ini emisi gas rumah kaca dihasilkan oleh penggunaan pupuk, pembusukan sisa - sisa pertanian, dan pembusukan kotoran ternak. Pada sektor pertanian gas yang paling banyak dihasilkan adalah metan (CH4).
4. Sampah, pembusukan sampah dapat menghasilkan gas metana (CH4) yang berkontribusi dalam efek rumah kaca.
(Pratama, 2019).
Cara Mengurangi Gas Efek Rumah Kaca
1. Menggunakan transportasi umum agar gas CO2 yang dihasilkan lebih sedikit daripada menggunakan kendaraan pribadi
2. Reducing, reusing, dan recycling
3. Menanam pohon untuk mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2)
Komentar
Posting Komentar