Analisis Resiko Kebakaran Hutan

        Kebakaran hutan menurut SK. Menhut. No. 195/Kpts-II/1996 yaitu suatu keadaan dimana hutan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungannya. Kebakaran hutan dapat disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor alami dan kegiatan manusia. Faktor alami yang menyebabkan kebakaran hutan yaitu fenomena elnino yang mengakibatkan kekeringan atau kemarau yang berkepanjangan. Kemarau akan mengakibatkan pohon mengalami kekeringan dan jika bergesekan akan menimbulkan api yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Daun daun kering merupakan potensi timbulnya percikan api dan jika bersentuhan dengan batu-bara yang berasal dari permukaan tanah maka akan menyebabkan kebakaran bawah (ground fire) dan kebakaran permukaan (surface fire) (Rasyid, 2014).


Sumber : https://www.liputan6.com/global/read/5023434/kebakaran-hutan-meluas-dan-suhu-terik-di-california-pemadam-sulit-padamkan-api

        Terdapat 3 tipe kabakaran hutan : 

1. Kebakaran bawah (ground fire) yaitu jenis kebakaran dimana api akan membakar bahan organik di bawah permukaan.

2. Kebakaran permukaan (surface fire) yaitu jenis kebakaran dimana api membakar bahan bakar di permukaan seperti serasah, semak belukar, 

anakan, pancang, dan limbah pembalakan.

3. Kebakaran Tajuk (Crown Fire) yaitu jenis kebakaran dimana api membakar tajuk pohon (bagian atas pohon).

(Pratiwi, Tanpa Tahun)


Faktor penyebab kebakaran hutan 

1. Faktor alami 

a. Iklim yang dapat berupa suhu, angin, kelembaban, cuaca, dan curah hujan dapat menjadi faktor terjadinya kebakaran hutan Jika suhu di bumi tinggi maka dapat mempercepat bahan mengering dan mudah terbakar. Kelembaban yang rendah dapat menjadi peluang kebakaran hutan, begitupula sebaliknya jika kelembaban tinggi maka dapat mengurangi peluang terjadinya kebakaran hutan. Faktor angin, angin dapat mempengaruhi proses pengeringan bahan bakar dan mempengaruhi kecepatan menjalarnya api. Sedangka curah hujan mempengaruhi besar kecilnya air yang terkandung dalam bahan bakar.

2. Faktor Manusia 

a. Pembukaan lahan pertanian

Masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sering membuka lahan pertanian atau perkebunan menggunakan api. Faktor yang mendukung mereka melakukan hal tersebut adalah biaya yang lebih murah, efektif, dan hasil yang maksimal.

b. Pembakaran Liar

Pembakaran Liar atau illegal logging dapat menghasilkan lahan-lahan yang kritis yang mudah mengalami kebakaran. Kegiatan ini sering kali menyisakan bahan bakar (daun, cabang, dan ranting) yang akan menumpuk di kawasan hutan dan jika musim kemarau dapat meingkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan.

c. Perambahan Hutan

Migrasi penduduk dalam kawasan hutan (perambahan hutan) dapat menjadi faktor penyebab kebakaran hutan. Semakin lama kebutuhan hidup manusia akan bertambah dan semakin banyak, jumlah anggota keluarga juga akan bertambah. Hal tersebut menuntuk masyarakat untuk meningkatkan hasil lahan mereka.

(Rasyid, 2014)

Dampak kebakaran hutan

1. Pada lingkungan fisik kebakaran hutan dapat menyebabkan permasalahan yang serius, contohnya Penurunan kualitas udara akibat kepekatan asap yang dapat memperpendek jangka pandang dan mempengaruhi transportasi, mengubah sifat biologi dak kimiawi tanah.

2. Dampak pada lingkungan hayati yaitu berkurangnya jenis flora fauna dan menurunnya keanekaragaman hayati, terganggunya suksesi alami, terganggunya produksi organik dan proses dekomposisi

3. Dampak pada kesehatan yaitu adanya asap akibat kebakaran hutan dapat mengganggu sistem pernapasan manusia seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma brinkial, bronkitis, pneumonia, dan menyebabkan iritasi mata dan kulit. Selain itu dapat menyebarkan racun dioksi yang mengakibatkan kemandulan bagi wanita dan kanker.

4. Dampak ekonomi antara lain hilangnya mata pencaharian warga di sekitar kawasan hutan, dibatalkannya jadwal transportasi udara, darat, dan air, hilangnya tubuh-tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, turunnya produksi industri.

(Rasyid, 2014).

Pencegahan Kebakaran Hutan 

1. Menghindari pembukaan lahan di hutan

2. Memantau api

3. Tidak membuang putung rokok di hutan

4. Tidak membuat api ungun di kawasan yang rawan kebakaran dan jika sudah selesai maka pastikan api yang digunakan untuk api ungun sudah benar-benar padam agar tidak merembet menjadi kebakaran hutan yang lebih besar.

5. Melakukan patroli dan pengawasan terhadap tempat-tempat yang rawan terbakar apalagi saat musim kemarau.


Daftar Pustaka 

Pratiwi, D.N. (Tanpa Tahun). Pengaruh kebakaran hutan dan lahan gambut terhadap lingkungan                 hidup. Kalimantan Tengah : Pengadilan Negeri Pulau Pisau.

Rasyid, F. (2014). Permasalahan dan Dampak Kebakaran Hutan. Jurnal Lingkar Widyaiswara. Vol 1,             No4, pp. 47-59. Diakses dari https://juliwi.com/published/E0104/Paper0104_47-59.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alternatif Pengolahan Sampah Plastik Menjadi BBM