Alternatif Pengolahan Sampah Plastik Menjadi BBM

        Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang belum terselesaikan di Indonesia, seiring bertambahnya jumlah penduduk maka sampah yang dihasilkan akan semakin banyak. Komposisi sampah yang dihasilkan manusia yaitu 60-70% sampah organik dan sisanya 30-40% sampah non organik. Sampah non organik 14% nya adalah sampah plastik. Sampah plastik yang dihasilkan kebanyakan merupakan kantong kresek atau kantong plastin selain kemasan. Indonesia masuk dalam peringkat kedua dunia setelah Cina menghasilkan sampah plastik di perairan mencapai 187,2 juta ton (Purwaningrum, 2016)

        Permasalahan plastik yang semakin banyak akan mengakibatkan pencemaran lingkungan karena sifat plastik yang sulit terurai. Platik dapat terurai di dalam tanah hingga waktu 20 tahun atau lebih hingga 100 tahun. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesuburan tanah dan perairan. Peningkatan jumlah penduduk di dunia maka penggunaan plastik juga akan meningkat. Membuang sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan menjadi solusi akhir dari permasalahan sampah plastik mengingat sampah plastik yang ditumpuk akan semakin banyak dan dapat menyebabkan pencemaran tanah. Pada tanah sampah plastik akan menghalangi penyerapan air pada tanah, menjadi residu polutan, menghalangi jalan air dan sinar matahari sehingga mengurangi kesuburan. Pembakaran sampah plastik juga dapat menimbulkan polutan di udara khususnya emisi dioxin yang bersifat karsinogen yang dapat membahayakan pernafasan (Lauhilhulafa, Tanpa Tahun).


Sumber : https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/bagaimana-plastik-berpengaruh-pada-perubahan-iklim/

        Pengolahan limbah plastik yang sudah banyak dilakukan yaitu 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Adapun maksud dari 3R yaitu; memakai berulang kali, mengurangi penggunaan, dan mendaur ulang. Tetapi penanganan sampah plastik dengan metode tersebut belum dirasa efektif karena plastik yang dipakai berulangkali akan tidak layak pakai lagi. Dan pengurangan penggunaan plastik juga dirasa sulit karena belum ada barang yang semudah dan sepraktis plastik (Lauhilhulafa, Tanpa Tahun).

        Daur ulang sampah plastik sudah banyak dilakukan dengan berbagai cara yaitu salah satunya mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan pirolisis. Pirolisis merupakan proses peruraian suatu bahan pada temperatur tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas. Proses penguraian ini menggunakan suhu yang tinggi serta tekanan yang rendah. Suhu dan tekanan yang digunakan dapat mencapai 8000C dan 700 kpa. Pada proses pirolisis dihasilkan arang, minyak dari kondensasi gas seperti parafin, isoparafin, olefin, naphthene dan aromatik, serta gas yang memang tidak bisa terkondensasi (Wajdi dkk, 2020).

        Salah satu limbah plastik yang dapat digunakan untuk diolah menjadi bahan bakar adalah gelas plastik. Gelas plastik merupakan sampah plastik jenis polypropylene (PP). Gelas plastik banyak kita temui dalam kehidupan sehari - hari. Selain itu plastik jenis PP dapat mengasilkan minyak bakar yang lebih bagus dibandingkan PVC maupun PET. Gelas plastik yang akan diolah menjadi BBM harus dalam keadaan kering untuk kemudian dimasukkan ke dalam alat pirolisis yang dilengkapi pendingin dan penampung destilat. Kemudian dilakukan proses Thermo cracking. Cracking adalah proses memecah rantai polimer menjadi senyawa dengan berat molekul yang lebih rendah. Gelas plastik pada proses Thermo Cracking yang awalnya berfase padat akan diubah menjadi fase gas melalui proses pemanasan dengan gas LPG dan diubah menjadi fase cair menjadi kondensasi gas dan dihasilkan destilat berupa minyak (Lauhilhulafa, Tanpa Tahun).

Gambar pirolisis sampah plastik 


Sumber : https://www.pertamina.com/id/news-room/energia-news/apa-itu-pirolisis-bisa-ubah-sampah-plastik-jadi-bbm


Daftar Pustaka 

Lauhilhulafa, A. (Tanpa Tahun). Pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan bakar dengan metode             pirolisis

Purwaningrum, P. (2016). Upaya mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan. Jurnal Teknik                 Lingkungan. Vol 8, No 2, pp. 141-147.  Diakses dari                                                                                 https://core.ac.uk/download/pdf/291652151.pdf

Wajdi, B., Sapiruddin, S., Novianti, B. A., & Zahara, L. (2020). Pengolahan Sampah Plastik Menjadi             Bahan Bakar Minyak (BBM) Dengan Metode Pirolisis Sebagai Energi Alternatif. Kappa Journal.          Vol 4, No 1, pp.100-112. DOI : http://e-                                                                                                        journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/kpj/article/view/2156

Komentar