Keberadaan Mikroplastik

         Mikroplastik merupakan partikel plastik yang memiliki ukuran mikro <5mm yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Permasalahan yang dapat ditimbulkan dari mikroplastik yaitu pencemaran air, daratan, atau mengganggu mikroorganisme. Plastik yang telah berada diperairan laut lama kelamaan akan mengalami penyusutan ukuran, yang awalnya plastik berukuran besar akan menyusut berukuran mikro. Penyusutan ukuran plastik dari ukuran awal ini disebabkan adanya aktivitas sinar UV yang bereaksi pada plastik, juga dapat disebabkan oleh adanya gelombang yang menyebabkan abrasi, sehingga plastik tersebut akan terakumulasi pada sedimen serta air laut (Syachbudi, 2020).


Sumber : https://health.grid.id/read/352998359/mikroplastik-sudah-menjadi-rantai-makanan-manusia-konsumen-puncak-tidak-heran-jika-ini-terjadi?page=all

        Mikroplastik mengandung bahan kimia beracun dari berbagai proses seperti produksi dan penyerapan di lingkungan laut, organisme air dan mamalia terpapar bahan kimia ini melalui konsumsi mikroplastik. Mikroplastik dapat bersumber dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah partikel yang diproduksi dengan ukuran partikel kecil (kosmetik dan scrubber kulit), sedangkan sumber sekunder merujuk pada pemecahan plastik yang lebih besar karena radiasi ultraviolet metahari, pelapukan. Pantai menjadi sumber utama dari sumber mikroplastik sekunder. Bentuk - bentuk dari mikroplastik yaitu fragmen, serat, manik - manik, busa, dan butiran (Syachbudi, 2020).

        Keberadaan mikroplastik dapat ditemukan di udara, tanah, air tawar, dan laut. Di laut mikroplatik banyak terdapat di pantai, perairan dangkal, dan perairan dalam. Proses distribusi mikroplastik di laut belum diketahui secara sepenuhnya. Terdapat faktor angin yang faktor pendorong arus permukaan dan sirkulasi geostropik mendorong pola penyebaran partikel. Di Indonesia, mikroplastik dapat ditemukan di perairan laut, sedimen sungai, estuari, sedimen di lingkungan terumbu karang, bahkan dalam perut ikan. Jumlah sampel ikan di Indonesia yang mengandung mikroplastik bahkan 5 kali lebih banyak dibandingkan di Amerika. Fiber dan fragmen adalah jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan. Keduanya berasal dari pakaian dengan serat sintetis, alat pancing, dan jaring ikan (Pitria, 2021). 

        Dampak yang ditimbulkan yaitu pada kesehatan manusia dapat menyebabkan pertumbuhan tumor, penghambat sistem imun, dan mengganggu sistem reproduksi. Mikroplastik yang masuk ke biota laut dapat mengakibatkan rusaknya saluran pencernaan, pertumbuhan menurun, mengurangi produksi enzim, mempengaruhi reproduksi dan menyebabkan paparan aditif plastik lebih besar (Syachbudi, 2020). Mikroplastik memiliki sifat menyerap racun dari berbagai bahan-bahan kimia yang dihasilkan laut. Hal tersebut dapat masuk ke rantai makanan secara tidak langsung dan menyebabkan manusia dapat terkontaminasi mikroplastik melalui makanan. 

        Cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari bahaya mikroplastik yaitu :

1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai, contohnya membawa botol minum, membawa sendiri kantong belanja, dan tidak menggunakan sedotan sekali pakai.

2. Tidak memanaskan makanan dalam wadah plasti karena dapat meningkatkan risiko tubuh untuk terpapar mikroplastik. Selain itu, kandungan BPA dan ftalat dalam wadah plastik yang dipanaskan juga dapat mengontaminasi tubuh dan menyebabkan permasalahan kesehatan

3. Menggunakan Kosmetik dan Produk Perawatan Kulit Bebas Microbead. Mikroplastik dapat muncul di kosmetik dan produk perawatan kulit. Partikel kecil plastik juga terdapat pada perlengkapan mandi, seperti sabun, losion, atau pasta gigi. Kebanyakan dari produk-produk tersebut mengandung microbead.


Daftar Pustaka 

Syachbudi, R.R. (2020). Identifikasi keberadaan dan bentuk mikroplastik pada air dan ikan di sungai      Code, D.I. Yogyakarta.                                                                                                                 Skripsi. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/28980/15513020%20Refki%20Reza%20  Syachbudi.pdf?sequence=1. Diakses tanggal 10 Juni 2023.

Pitria, A. (2021). Kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan di Pantai Sukaraja Kota Bandar         Lampung. Skripsi. http://repository.radenintan.ac.id/16144/1/SKRIPSI%20BAB%201%262.pdf.     Diakses tanggal 10 Juni 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alternatif Pengolahan Sampah Plastik Menjadi BBM